True Story Penderita Ovarian Cysts

Sumber Gambar: lintangrinastiti.blogspot.co.id
Bagaimana caranya mengatakan ini padanya ya Dok?
Perawat rumah sakit yang selesai memeriksa ku terlihat kebingungan dan ragu.
Kamu kesini sama siapa? 
Kali ini giliran sang dokter yang bertanya.
Saya kesini sendiri dok, jawab ku. 
Dokter dan perawat saling pandang, lalu menatap ku prihatin.
Orang tua mu mana, Ibu mu tidak ikut menemani?
 tanya sang dokter lagi.
Ibu saya udah meninggal dok,Ayah saya ada kok tapi tinggal jauh dari sini
oooh,kamu disini kuliah atau kerja?
giliran perawat yang bertanya.
dua-duanya bu, jawab ku sambil tersenyum. 
Kamu hebat ya, saya aja waktu seusia kamu masih dibiayai orang tua
kata sang dokter memuji ku.
Biasa aja pak, sebenarnya saya juga kepengen dibiayai tapi keadaan berkata lain" aku menjawabnya sebenanya saja sambil tertawa.
Sebenarnya saya sakit apa sih dok? aku menatap keduanya serius. 
Mereka terkesan mengulur-ulur waktu serta enggan memberi tahu ku. Untuk kedua kalinya Dokter dan perawat tersebut saling pandang.
Mmm, Ema kamu punya tumor dan harus segera dioperasi... 
perawat tersebut mengatakannya dengan sangat hati-hati. Hey, Kalian tau apa reaksi pertama ku?  Aku terkejut?  Tentu saja. Tapi tidak sampai menganga lebar selanjutnya menangis kencang kok. hehehe. Aku hanya melihat ke langit-langit ruang pemeriksaan lalu menatap dokter serta perawat secara bergantian. Mereka berdua tentu saja menatap ku balik dengan pandangan yang sulit diartikan,antara kasihan dan penasaran mungkin. Entahlah,aku bukan psikolog yang mahir membaca ekspresi seseorang.
Jelasin aja dok ,ngak apa-apa,saya kan udah gede,biar nanti ada yang bisa saya jelaskan pada orang tua saya
Aku sungguh-sungguh penasaran dengan hasil USG ku barusan. Kemudian Dokter dan perawat pun mulai menjelaskan apa sakit yang ku derita selama ini.

Hey, perkenalkan,aku Ema ! Panggil saja begitu ya... hehe. Usia ku 23 Tahun, Kuliah, Kerja, Punya temen dekat, Makan nasi, masih tetep rindu Ibu yang jauh disana meski udah segede ini. Selama ini aku merasa tidak ada masalah yang berarti dengan kesehatan ku hingga detik itu, detik dimana aku dinyatakan mengidap "Ovarian Cysts" dengan ukuran yang sudah tak terbaca lagi oleh USG kata dokter yang menangani ku. Ada semacam tumor jinak yang tumbuh pada ovarium ku dengan ukuran yang sudah cukup besar. Aku harus segera dioperasi secepatnya agar tumor jinak ini tidak pecah dan membuat ku mengalami pendarahan. Aku memang sedih, sempet nangis juga, lama... sakit juga rasanya hati aku. Tapi aku yakin, ini cobaan yang Allah kasih sama aku karna Allah percaya aku kuat, agak lebih kuat dibanding wanita-wanita lain. hehehe. Kalian tau? aku terlahir lebih cepat dibanding beberapa bayi-bayi lainnya,prematur. Mungkin karna aku prematur, jadi fisik aku agak lemah dibanding anak-anak lainnya. Dari kecil aku sering sakit-sakitan. Aku menderita anemia sedang, tekanan darah yang sering rendah, alergi dingin, suka sesak nafas kalo udaranya mulai dingin juga, mengidap maag sejak kelas III SMP, punya lipom selebar telur ayam dipunggung, dan terakhir mengidap keloid juga ternyata. Mungkin masih ada yang lainnya bila aku memeriksakan diri secara menyeluruh kedokter. hahaha.

Balik lagi ke "Ovarian Cysts", Dokter bilang,karna ukurannya sudah sebesar itu mungkin dia udah ada sejak lama di ovarium aku. Udah bertahun-tahun katanya. Aku nggak nanya juga sejak kapan sih. Dokter cuman nanya kapan aku mendapatkan menstruasi pertama serta gimana rasanya. Rasanya sakit banget lo, aku pernah sampai guling-guling dikasur, ga bisa bangun, ga selera makan, demam, pokoknya gitulah. Bodohnya aku gak periksa kedokter. Pernah periksa sih, kata dokternya maag aku kambuh pas lagi dapet juga makanya sampai muntah-muntah gitu. Ya aku percaya aja, selanjutnya gak periksa-periksa lagi deh. Beberapa Tahun kemudian,Aku periksa lagi  ke dokter karena BAB aku gak lancar sama sering pipis. Aku pikir aku kena usus buntu, soalnya perut bagian bawah aku keras sama ada benjolan gitu. Udah di Rontgen juga,diagnosa dokter aku kena pembusukan usus. Udah minum obat sama rutin kontrol ga sembuh-sembuh. Ada yang nyaranin USG aja, setelah di USG itu lah, baru ketemu sakitnya apa.

Kalian tau gak? pasti enggak, hahaha "Ovarian Cysts" ini tumbuh pada ovarium sebelah kiri aku. Waktu periksa itu sebenernya dokternya ada dua. Dokter yang satu bilang, ovarium kiri aku harus diangkat biar kemungkinan tumbuhnya kecil atau bahkan ga ada. Otomatis peluang  aku untuk  bisa hamil adalah 50%. Dan ketika Ibu (adiknya Ayah aku) nanya sama dokternya ga ada jalan lain selain harus diangkat, dokternya bilang ga ada... Aku pasrah, bersiap untuk kemungkinan terburuknya suatu saat nanti. Yang terpenting aku ingin sehat dan gak bikin keluarga aku khawatir. hehehe. Sedangkan Dokter yang satunya lagi aku ga tau pendapatnya apa karna Dia lebih memilih berbicara sama Ibu aku dibanding aku. Hahaha.

Singkat cerita, aku di operasiiii,dan Alhmdulillah wasyukurillah Ovarium aku masih utuh dua-duanya. Gak jadi diangkat. Meski aku harus membayar mahal untuk itu semua,banyak pantangan2 makanan yang ga boleh aku langgar. Ibu bilang sama aku, dia minta sama dokternya kalau bisa ovarium aku jangan dingkat, tumornya aja yang diangkat, dia belum nikah dok katanya. hihi.
Setelah masa pemulihan yang menyakitkan, penuh perjuangan, aku akhirnya bisa beraktifitas kembali dengan normal. Aku cerita ini bukan buat pamer atau ingin dikasihani atau apa2 loh yaaa. Aku cuman ingin berbagi pengalaman ku dengan kalian. Sakit itu gak enak, apalagi ketika dipasangin kateter sama infus, belum lagi di suntik tulang belakang sebelum operasi sama dokter anastesi, wuenak tenan rasa e,hahaha. Buat kalian wanita-wanita diluar sana yang masih sehat atau pun yang menderita penyakit yang sama dengan ku, atau yang lebih parah dari aku, mari kita jaga kesehatan kita, jangan rusak diri kita sendiri, mulailah menerapkan pola hidup sehat. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati? Jangan putus asa, mari positive thinking aja terhadap ketentuan Allah. Entah ini cobaan atau teguran, Intropeksi diri masing-masing.

Berbicara memang mudah, tapi melaksanakannya sungguh sulit. Aku sempat syok juga kok, kalau aku cuman punya kemungkinan 50% . Sedangkan wanita normal dengan rahim sehat dan baik-baik saja ada yang susah hamil, apa lagi aku? Sempet galau-galau juga kok, sama ada nangis-nangisnya juga. hehehe. Tapi yaaa, inilah hidup. Mari dijalani saja, jangan pernah putus asa, teruslah berharap, jangan lelah berikhtiar dan berdoa. Yakin saja Allah telah menyiapkan yang terbaik untuk kita. Meskipun sulit,cobalah untuk menerima semua yang telah digariskan untuk kita. Tetap semangat dan nikmati saja hidup ini,

Terakhir, Terimakasih untuk mu ya Allah... masih memberi ku kesempatan untuk kembali setelah berkali-kali hampir pergi dari dunia ini. Ampuni aku yang banyak salah dan dosa ini, Terimakasih untuk seluruh keluarga, tetangga, serta sahabat-sahabat tercinta, yang tak mungkin ku sebutkan satu-persatu, karena itu tentu saja akan membuka identitas asli ku. hohoho. Semoga Allah senantiasa melimpahi kalian semua dengan nikmat kesehatan, kebahagiaan, kesuksesan, pokoknya seluruh doa-doa terbaik untuk kalian semua. Sekecil apapun support serta semangat yang kalian berikan untuk ku, aku sangat berterimakasih, itu sungguh-sungguh berharga buat aku, Maafkan aku yang gak bisa membalasnya satu-persatu. Aku sayang kalian semua...
Dan ini untuk yang terakhir kalinya, beneran ga bakalan ada yang terakhir lagi abis ini, hehee.

Hey, kamu
Terimakasih untuk masih bersedia tinggal disisi ku,
Terimakasih untuk masih bisa menerima ku apa adanya. Terimakasih masih memutuskan untuk tetap bertahan dengan ku ketika beberapa lelaki lain yang berusaha mendekati ku ,perlahan-lahan mundur teratur saat tau kondisi ku yang sebenarnya. setidaknya sampai detik ini. Tapi kamu harus tau, sama seperti muslimah lainnya, di usia ku ini, aku lebih mendamba kata-kata "Ana Uhibbuki Fillah" dibanding "I Love You" Jadi bersegeralah.
BERIKAN KOMENTAR ()