Cerpen True Story Pas Jadian

Cerpen True Story Pas Jadian - Berawal dari kembalinya aku dari bekasi ke Kota Teluk Kuantan ini, bertepatan pada tanggal 28 Maret 2016. Karena tidak bisa masuk sekolah, jadi aku lebih memilih kerja untuk sementara, daripada dirumah. Berjalan sekitar 2 bulan, pada bulan Mei, ada pemandangan baru di toko Aneka Baru diseberang jalan tempat aku kerja. Disana aku liat cowok, remaja lah, sekitar 18 tahunan, dengan gaya yang sok banget, manis sih, tapi agak hitam ☺ atau bisa dibilang hitam manislah. Awalnya biasa aja, tapi semakin sering ngeliat sikapnya yang bacicilan (nakal/jahil) jadi agak benci sama dia. Setiap aku lewat, pasti dia ngasih kode, siulan atau batuk lebay gitu.

Baca juga : Cerpen SMK Negeri 1 Teluk Kuantan
Cerpen True Story Pas Jadian
Gambar: 1
Waktu itu gak ada rasa tertarik sama sekali ke dia. Tapi beberapa hari berselang, ada salah satu temannya yang sama-sama kerja di sana, minta nomor hp aku, ya hitung-hitung buat nambah teman, jadi aku kasih. Ada lah beberapa hari dia sms dan nlpn aku. Suatu malam, sekitar jam 23.30 an ada nomor baru nlpn aku, sedangkan aku udah tidur, karna nadanya berisik, jadi aku terpaksa bangun terus aku angkat.

"Halo, assalamualaikum" kedengaran suara cowok yang ngomong itu
"Wa'alaikumsalam" jawabku ketus, maklum efek ngantuk
"Udah tidur ya dek?" tanyanya
"Udah,ini siapa?" balik nanya
"Ini abang, yang kerja di Aneka Baru" jawabnya
"Ooo yang pake motor king itu ya? Yang sering pakai singlet kalo kemana-mana?" Entah kenapa aku spontan nanya kayak gitu, tapi ternyata bener, itu dia.
"Iya dek, kok tau? Ternyata adek ni diam-diam memperhatikan abang ya? "katanya
Ya ampun, ni orang PD banget kata aku dalam hati.
"Gak ada, tau aja!" Jawabku jutek
"Namanya siapa?" Langsung aku nanya duluan
"Ferry dek, kalau adek?" Dia nanya balik
"Maulida, udahlah ya, aku ngantuk ha, mau tidur!"
"Oo yaudah, tidurlah dek, mimpi indah ya. jangan lupa disimpan nomor abang y" katanya
"Hmm,assalamu'alaikum" kataku
"Wa'alaikumsalam"jawabnya
Telpon terputus, aku lanjut tidur.
--
Keesokan paginya, sekitar jam 7.30 an,dia sms aku
"Pagi dek"
"Iya"
"Lagi ngapain beb?"

Pesannya yang satu ini nih yang bikin aku heran, kenal aja baru, terus langsung manggil aku beb, emang nya aku ini pacarnya apa??

Dia sms terus, nanya apa aja, nanya-nanya orang mana, tinggal dimana, dan ternyata dia orang Sumbar (sumatera barat), di Sijunjung, katanya.

Sekitar seminggu kita sms-an, yang awalnya aku benci ngeliat gayanya itu, bisa-bisanya dia bikin aku naksir sama dia, cuma dalam waktu seminggu, dia mampu bikin aku ngerasain jatuh cinta lagi, ya yang pasti dengan perhatiannya dia ke aku.

Tanggal 24 Mei sekitar jam 8.30 an, dia nelpon aku, ngomong-ngomong, ketawa-ketawa, eh gak taunya malam itu dia ngungkapin perasaannya ke aku.

"Abang sebenernya suka sama adek, dari pertama abang liat adek"
Aku jawab "maaf ya, aku bukannya sok jual mahal, tapi aku maunya ditembak secara langsung, pengen tau gentlemen nya kamu"

Satu hal yang unik disini, padahal dia manggil aku dengan sebutan 'dek', tapi aku gak pernah manggil dia dengan sebutan 'abang', sampai sekarang.

"Iya besoklah, abang ungkapin secara langsung ya, tapi jawab lah sekarang dulu"
"Ya gak bisa gitulah, besok aja jawabnya, kasih aku kesempatan untuk berfikir, karna aku pengennya ada yang serius, bukan cuma pacaran buat sebulan dua bulan, atau setahun dua tahun"
"Iya, abang juga pengennya yang kayak gitu" katanya
"Kasih aku waktu untuk berfikir ya, kemungkinan besok aku jawab, jam 8 malam"
"Okelah dek, abang kerja dulu ya, assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"

Hal yang aku sukai dari dia adalah, dia itu mandiri, gayanya keren (orang kampung, tapi gak kampungan), ramah, sopan, itu yang sulit dicari dari seorang cowok.

Tapi dia punya itu semua.

--

Keesokan malamnya, dia telpon aku lagi, ya yang pasti nanyain jawaban aku itu.

"Halo assalamu'alaikum beb, lagi ngapain?" Katanya
"Wa'alaikumsalam, lagi duduk aja" jawabku
"Dimana dek?" Tanyanya
"Di atas" kataku
"Gimana dek, udah selesai berfikir nya? jadi apa jawabannya dek?" Tanyanya
"Hm, apa ya??" Cerita nya aku mikir dulu.
"Cepatlah dek, abang pengen tau jawabannya, apapun jawaban adek abang terima kok" katanya
"Iya, tapi kita harus punya komitmen dulu" tantang ku
"Apa tu dek?"
"Kita harus sama-sama serius, jujur itu yang utama, terima apa adanya" kataku
"Iya dek, tapi abang takutnya adek gak terima abang apa adanya nanti -_-"
"Iya,kalau aku cinta bukan sama hartanya,tapi hatinya" jawabku
"Iya dek, baguslah, jadi apa jawabannya dek?" Tanya dia lagi
"Hmm, (mikir-mikir), iya aku terima"
"Yes (kegirangan itu), beneran dek?"
"Iya, tapi ingat komitmen kita tadi!!" Kataku
"Oke dek!!" 

Tepat pada tanggal 25-Mei-2016 kita jadian.
Cerpen Bury, The True Story of My Life
Gambar: 2
Itulah cerita pendek dari saya, cerita ini adalah cerita yang yang memang saya alami atau disebut dengan True Story. Terimakasih yang sudah membaca cerita pendek ini, apabila ada kesamaan dalam penulisan saya meminta maaf yang sebesar - besarnya.

#Maulida Juniarty Marwan
BERIKAN KOMENTAR ()